Sacred Voices, Safe Spaces: Embracing Religious Figures as Actors in Preventing Sexual Violance

From BASAntb Wiki
Revision as of 01:33, 11 March 2025 by Edelweiss (talk | contribs) (Created page with "{{WikithonResponse |Title en=Sacred Voices, Safe Spaces: Embracing Religious Figures as Actors in Preventing Sexual Violance |Title id=Menyerukan Iman, Mencegah Kekerasan: Tok...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

This is a Response to the Kekerasan Seksual wikithon

Upaya pemerintah beserta jajaran dibawahnya melalui pemberian pedoman, advokasi, maupun sosialisasi sudah massif dilakukan. Namun, berbagai program yang ada belum menyentuh masyarakat di bawah secara menyeluruh, apalagi di daerah yang bukan perkotaan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat, seperti merangkul tokoh agama dalam upaya mencegah kekerasan seksual yang banyak dilakukan atas ketidaksadaran dan ketidakpahaman masyarakat. Tokoh agama adalah paket lengkap yang mampu memberikan pemahaman dan pembiasaan secara efektif, karena menjadi aktor yang disegani, didengar dan diikuti. Selain itu, tokoh agama juga memiliki wadah untuk mengedukasi seperti pengajian rutin, khutbah setiap jumat, kelompok zikir, acara adat, musyawarah dusun, sidang dusun bahkan menjadi sumber aspirasi program desa. Masyarakat yang mengimani agama sebagai dogma, tentu akan lebih mudah menyerap pesan terkait kekerasan seksual karena didukung oleh perintah Tuhan dalam kitab suci. Pendekatan ini tidak bersifat representatif, formal dan eksklusif yang menjadi penghambat pemahaman dan partisipasi masyarakat selama ini.

Affiliation
Bale Berajah
Age
22-30

What do you think about this response?

0
Vote

Comments below!


Add your comment
BASAntb Wiki welcomes all comments. If you do not want to be anonymous, register or log in. It is free.