Sacred Voices, Safe Spaces: Embracing Religious Figures as Actors in Preventing Sexual Violance
This is a Response to the Kekerasan Seksual wikithon
Upaya pemerintah beserta jajaran dibawahnya melalui pemberian pedoman, advokasi, maupun sosialisasi sudah massif dilakukan. Namun, berbagai program yang ada belum menyentuh masyarakat di bawah secara menyeluruh, apalagi di daerah yang bukan perkotaan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat, seperti merangkul tokoh agama dalam upaya mencegah kekerasan seksual yang banyak dilakukan atas ketidaksadaran dan ketidakpahaman masyarakat. Tokoh agama adalah paket lengkap yang mampu memberikan pemahaman dan pembiasaan secara efektif, karena menjadi aktor yang disegani, didengar dan diikuti. Selain itu, tokoh agama juga memiliki wadah untuk mengedukasi seperti pengajian rutin, khutbah setiap jumat, kelompok zikir, acara adat, musyawarah dusun, sidang dusun bahkan menjadi sumber aspirasi program desa. Masyarakat yang mengimani agama sebagai dogma, tentu akan lebih mudah menyerap pesan terkait kekerasan seksual karena didukung oleh perintah Tuhan dalam kitab suci. Pendekatan ini tidak bersifat representatif, formal dan eksklusif yang menjadi penghambat pemahaman dan partisipasi masyarakat selama ini.
- Affiliation
- Bale Berajah
- Age
- 22-30
Enable comment auto-refresher